Home / Tentang Shuttlecock / Klasifikasi Shuttlecock Berdasarkan Jenis Bulu

Klasifikasi Shuttlecock Berdasarkan Jenis Bulu

Bulu merupakan komponen utama pembentuk shuttlecock karena hampir 70% shuttlecock adalah helai-helai bulu. Sebenarnya, selain bulu itik, shuttlecock juga bisa dibuat dengan menggunakan bulu angsa. Namun, shuttlecock bulu angsa akan sangat mahal mengingat harga bulu angsa juga sangat mahal.

Saya beberapa kali mendapatkan pertanyaan, terutama lewat email yang dikirim dari luar Indonesia: Shuttlecock Anda terbuat dari bulu bebek atau bulu angsa? Sebelumnya, saya bahkan tidak tahu apakah shuttlecock dari bulu angsa itu ada. Sebab, yang saya tahu, di Indonesia tidak banyak orang piara angsa. Hingga secara kebetulan saat saya berjalan-jalan di sebuah EXPO, saya mendapati stand milik sebuah brand shuttlecock. Mereka meyakinkan saya bahwa shuttlecock mereka dari bulu angsa. Ternyata memang benar-benar ada.

Sejauh ini, tidak ada keterangan spesifik pada tabung kemasan yang mendeskripsikan jenis bulu yang digunakan. Dan bagi awam, tak terlalu tampak berbeda di antara keduanya. Beberapa orang bilang bulu angsa lebih baik. Ada pula yang berkata bahwa bulu itiklah yang lebih baik. Saya pernah melakukan pengamatan pada keduanya. Menurut saya, bulu angsa lebih bagus tampilannya: tebal, putih dan besar tulang bulunya. Namun, bahan penyusun tulang bulunya kalah kuat dibanding bulu bebek. Struktur penyusun bulu bebek jauh lebih padat sehingga dimungkinkan shuttlecock akan lebih awet dalam pemakaian.

Dari penelusuran saya di internet, saya mendapati beberapa merk shuttlecock dan jenis bulu yang mereka gunakan. Berikut ini daftarnya:

Shuttlecock Bulu Angsa

Aeroplane G2130 HL Champion Hi Altitude
Aeroplane G1130SS OCBC Tournament Grade
Aeroplane G1130 Yonex Aerosensa 50
Gosen White S-250 Yonex Aerosensa 30

Shuttlecock Bulu Itik

Gosen Club S-260 Yonex Aerosensa 20
OCBC Special Grade Yonex Aerosensa 10

About Admin