Home / Sejarah Badminton / Permainan Bulutangkis (Badminton)

Permainan Bulutangkis (Badminton)

Berbicara tentang shuttlecock, tentu tak lepas dari bulu tangkis atau badminton, sebuah cabang olahraga yang menggunakan raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Memiliki kemiripan dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan (“cock” atau “shuttlecock”) melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Sulit untuk mengatakan bagaimana permainan yang sekarang dikenal sebagai bulutangkis berkembang dari sejarah masa lalu. Sumber awal dikenal di Yunani; ada sebuah gambar kuno mengilustrasikan bentuk permainan yang mirip dengan shuttlecock lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Walaupun agak diragukan, ia merupakan cikal bakal permainan yang disebut ‘battledore’ tradisional dan shuttlecock di Eropa pada akhir abad ke-16, atau Jeu de Volant yang berarti “flying game” dalam bahasa Perancis. Sebuah permainan yang dimainkan dengan dayung tangan kecil yang terbuat dari kayu. Shuttlecock yang sering disebut “burung” itu terbuat dari bulu dengan gabus yang melekat di dasar. Permainan bersama dimainkan dengan cara memukul shuttlecock kembali dan mondar-mandir ke pemain lain.
Penelit lain menyebutkan bahwa jenis olah raga ini kemungkinan sudah berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu. Namun, beberapa peneliti menyebut olah raga ini juga berkembang di India dan Republik Rakyat Tiongkok. Nenek moyang olah raga ini diperkirakan adalah sebuah permainan di Tionghoa, Jianzi, yang melibatkan penggunaan cock tetapi tanpa raket. Objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga cock agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Shuttlecock yang digunakan dalam permainan dapat digunakan sebagai alat untuk melacak jejak sejarah lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Di Cina, sampai hari ini, shuttlecock dimainkan sebagai permainan menendangi yang disebut “Ti Jian Zhi”.
Sementara itu, di Inggris abad pertengahan juga mengenal jenis permainan anak-anak yang disebut Battledores yang sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan shuttlecocks; mereka bersiasat bersama untuk menjaga cock tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854. Selanjutnya, penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Siam (sekarang Thailand) ketika mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat pada awal abad ke-5 SM.
Battledore dan shuttlecock diperkenalkan ke India sebagai permainan poona. Poona saat disebut Pune di India, itu adalah yang terbesar kedua di negara bagian Maharashtra setelah Mumbai. Saat itu, permainan menjadi populer di kalangan perwira tentara Inggris dan kemudian poona dibawa kembali ke Inggris. Permainan menjadi sangat populer selama tahun 1870-an dan 1880-an sebagai sebuah pertandingan sosial luar ruangan untuk bersantai hobi. “Bapak” bulutangkis secara umum diterima sebagai Duke of Beaufort hidup di Gloucestershire, sekarang disebut Avon, di Inggris. Kediaman Duke disebut Badminton House di Badminton real, sehingga menjadi nama permainan.
Rancangan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England. Dalam perkembangannya, bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
Olimpiade 1992 di Barcelona menjadi debut pertama cabang olah raga bulu tangkis. Partai yang digelar hanya empat, minus ganda campuran. Pada Olimpiade berikutnya di Atlanta, 1996, hingga terakhir di Beijing, 2008, dipertandingkan 5 nomor yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran. Sebenarnya, itu bukanlah tahun-tahun pertama debut internasional. Sebelumnya, bulu tangkis sempat dipertandingkan sebagai pertandingan eksebisi pada tahun 1972 serta tahun 1988.
Klub bulu tangkis lainnya mulai didirikan di Inggris dan kemudian negara-negara lain. Karena ada kebutuhan untuk standarisasi bermain permainan, sebuah badan internasional yang disebut Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) diciptakan pada tahun 1934. Hari ini IBF dikenal sebagai Badminton World Federation (BWF) yang diberdayakan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai dunia yang mengatur tubuh untuk olahraga bulutangkis. Badminton muncul pertama di Olimpiade 1972 di Munich, sebagai olahraga demonstrasi. Ini kemudian menjadi olahraga resmi hanya pada tahun 1992 Olimpiade di Barcelona.

About Admin